“Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia
mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu
bagi dirinya sendiri.”
Secara nalar pecinta dunia, bagaimana mungkin kita mengutamakan orang
lain dibandingkan diri kita? Secara hawa nafsu manusia, bagaimana
mungkin kita memberikan sesuatu yang kita cintai kepada saudara kita?
Pertanyaan tersebut dapat terjawab melalui penjelasan Ibnu Daqiiqil ‘Ied dalam syarah beliau terhadap hadits diatas (selengkapnya, lihat di Syarah Hadits Arba’in An-Nawawiyah).
(“Tidaklah seseorang beriman” maksudnya
adalah -pen). Para ulama berkata, “yakni tidak beriman dengan keimanan
yang sempurna, sebab jika tidak, keimanan secara asal tidak didapatkan
seseorang kecuali dengan sifat ini.”
[1] Dakwah merupakan jalan hidup Rasul dan pengikutnya
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, Inilah
jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata,
inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (Qs. Yusuf: 108)
Berdasarkan ayat yang mulia ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
mengambil sebuah pelajaran yang amat berharga, yaitu: Dakwah ila Allah
(mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah) merupakan jalan orang yang
mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang beliau tuliskan di dalam Kitab Tauhid bab Ad-Du’a ila syahadati an la ilaha illallah (Ibthal At-Tandid, hal. 44).
[2] Dakwah merupakan karakter orang-orang yang muflih (beruntung)
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hendaknya ada di antara
kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan,
memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar. Mereka itulah
sebenarnya orang-orang yang beruntung.” (Qs. Ali-’Imran: 104)
Aktivitas minum merupakan aktivitas yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Beberapa adab minum yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam antara lain:
1. Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai pahala.
Segala perkara yang mubah dapat bernilai pahala jika disertai dengan
niat untuk beribadah. Wahai ibu, maka niatkanlah aktivitas minum kita
dengan niat agar dapat beribadah kepada Allah. Dan janganlah lupa
memberitahukan anak tentang hal ini.
2. Memulai minum dengan membaca basmallah.
Diantara sunnah Nabi adalah mengucapkan basmallah sebelum minum. Hal
ini berdasarkan hadits yang memerintahkan membaca ‘bismillah’ sebelum
makan. Bacaan bismillah yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan
bismillah tanpa tambahan ar-Rahman dan ar-Rahim.
Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai
anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan
tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Thabrani dalam Mu’jam Kabir)
Diumumkan kepada para siswa (kelas X-XII) SMA Negeri 1 Gemolong, bahwa insya Allah OSIS SMA Negeri 1 Gemolong akan mengadkan Pesantren Kilat Ramadhan pada tanggal 7-9 September 2009.
Kajian tersebut akan diisi oleh para guru SMA N 1 Gemolong. Selain itu,
insya Allah teman-teman pengurus Rohis SMA Negeri 1 Gemolong juga akan
mengisi kajian pada tiap kelas di sesi awal dan akhir pada tiap harinya.
Sedangkan pada hari terakhir, insya Allah akan diadakan Kajian Umum Bagi siswa dan siswi kelas X. Berikut ini informasinya:
KAJIAN UMUM RAMADHAN (WAJIB BAGI SISWA KELAS X)
Tema:
SOLUSI NABAWIYAH TERHADAP PROBLEMATIKA UMMAT
(Disarikan dari kitab Limadza Ikhtartu Al Manhaj As Salafy)